Banyaknya warga berusia tua di Jepang mengakibatkan masalah baru. Misalnya tidak sedikit rumah di perkotaan dan pedesaan yang kosong sebab ditinggal pemiliknya.

Kepala ekonom IHS Markit Asia Pasifik Rajiv Biswas menyatakan hal ini terjadi sebab Jepang sedang menghadapi masalah dampak demografi yang tidak baik.

“Dampaknya terasa ke ekonomi sosial, laksana banyaknya orang tua dan ini bakal terjadi sampai tiga dasawarsa berikutnya,” kata Rajiv dilansir dari CNBC, Kamis (22/11/2018).

Hal itu menyebabkan tidak sedikit properti laksana tempat bermukim yang terbengkalai. Kondisi ini menjadi perhatian di Jepang, ada suatu situs mempunyai nama ‘Bank Akiya’ yang memajang lokasi tinggal murah bahkan gratis.

Akiya ialah pengertian beda untuk lokasi tinggal kosong. Jadi, pembeli dapat dengan gampang mendapatkan lokasi tinggal gratis. Hanya dengan menunaikan pajak dan ongkos administrasi guna komisi agen.

“Rumah ini seringkali ditinggalkan oleh pemiliknya sebab mereka malas mengurus. Atau mereka tidak inginkan lagi bayar lagi pajak untuk lokasi tinggal yang mereka tidak tempati,” tulis suatu laporan dari real estate REthink Tokyo.

Yang namanya lokasi tinggal gratis, pasti diperlukan upaya tambahan untuk menempatinya. Misalnya, empunya baru mesti mengerjakan renovasi sebab rumah gratisnya telah tua atau ada sejumlah kerusakan.

Namun pemerintah wilayah di area Tochigi dan Nagano menawarkan subsidi guna merenovasi lokasi tinggal kosong tersebut.

Selain lokasi tinggal gratis, ada pun rumah dengan harga yang dinilai tercapai untuk masyarakat Jepang. Harga yang ditawarkan mulai dari 500.000 Yen sampai 20 juta Yen. Sama laksana di Indonesia lokasi tinggal tergantung lokasi, kondisi sampai usia bangunan.

Berdasarkan data departemen domestik dan komunikasi Jepang pada 2013 jumlah lokasi tinggal kosong menjangkau 8,19 unit atau selama 13,52% dari jumlah kompleks yang terdapat di negara tersebut.

Biasanya lokasi tinggal kosong ini terkonsentrasi di perkotaan sampai merambat ke pinggiran kota. Fujitsu Research Institute menyinggung pada 2033 jumlah lokasi tinggal kosong di Jepang akan menjangkau 20% dari total lokasi tinggal yang terdapat di sana.

Saat ini di Tokyo lokasi tinggal kosong sudah menjangkau 11,1%. “Di Jepang nyaris tidak mungkin meminimalisir rumah kosong ini. Ke depan bakal menjadi masalah yang lebih parah,” tulis laporan tersebut.